Baubau

Sejarah Kota Baubau, Begini Ceritanya!

Sejarah kota Baubau provinsi Sulawesi Tenggara tak lepas dari keberadaan pulau Buton. Kota ini memang terletak di pulau yang terkenal dengan tambang aspalnya tersebut.

sejarah kota baubau

Merupakan bekas ibu kota kabupaten Buton sebelum dimekarkan menjadi beberapa kabupaten dan kota. Baubau menjadi satu-satunya kota terbesar dan terlengkap di pulau ini.

Baca juga : Ini Dia Jenis Produk Aspal Buton

Sejarah Lahirnya Kota Baubau

Dulunya, Baubau merupakan pusat kerajaan Wolio atau Buton yang sudah ada sejak awal abad ke-15 (tahun 1401-1499). Kerajaan ini telah dikenal dalam sejarah Indonesia, yang tercatat dalam naskah Nagarakretagama karya Prapanca pada Tahun 1365 Masehi.

Dalam naskah tersebut, disebutkan Buton atau Butuni sebagai Negeri (Desa) Keresian atau tempat tinggal para resi. Ditambahkan pula dengan terbentang taman dan didirikan lingga, serta saluran air dengan rajanya bergelar Yang Mulia Mahaguru.

Terdapat kelompok Mia Patamiana (si empat orang). Ada Sipanjonga, Simalui, Sitamanajo dan Sijawangkati, yang berasal dari Semenanjung Tanah melayu di akhir abad ke-13.

Mereka inilah yang menjadi cikal bakal negeri Buton menjadi sebuah kerajaan.

Sejak berdiri di tahun 1332 – 1960, dari kejayaan masa Kerajaan Buton (Wolio), hingga kesultanan Buton, banyak mewariskan masa lalu gemilang.

Bahkan hingga saat ini, semuanya masih bisa disaksikan melalui peninggalan sejarah dan budaya. Seperti naskah kuno yang tersimpan garis keturunan Laode dan Waode di pulau buton. Sayangnya naskah lainnya banyak dibawa oleh Belanda saat masa penjajahannya.

Namun masih ada arkeologi seperti kuburan raja dan sultan. Ada juga benteng keraton, pintu gerbang yang dinamakan lawa, meriam tua dan masih banyak lagi.

Baca juga : Benteng Keraton Buton, Terluas di Dunia

benteng keraton buton di baubau
Source : durasitimes

Wilayah Kesultanan Buton sangat luas, saat ini telah dibagi menjadi beberapa kabupaten dan kota. Mulai Kota Baubau, Kabupaten Buton, Kabupaten Muna, Kabupaten Wakatobi dan Kabupaten Bombana. Termasuk Kabupaten Buton Utara, Kabupaten Muna Barat, Kabupaten Buton Tengah, Kabupaten Buton Selatan

Terbentuk Jadi Kota Baubau

Awalnya, Baubau menjadi bagian dari Kabupaten Buton dengan kedudukan sebagai ibu kota sejak tahun 1959 – 2001. Dalam perjalanannya, mulai tahun 1982 – 2001 Baubau menjadi kota administratif.

Kemudian di tanggal 21 Juni 2001, berdasarkan UU No.13 Tahun 2001, Baubau lalu berubah status menjadi Kota.

Bukan hanya berubah status, namun penulisannya pun berubah, yang awalnya adalah Kota Bau-Bau, berubah jadi Kota Baubau, sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan.

Perubahan tersebut ditetapkan melalui Perda No. 02 Tahun 2010, tentang Penetapan Hari Jadi Kota Baubau dan Perubahan Penulisan Baubau, pasal 5 ayat 1 dan 2.

Kota Baubau mempunyai luas 295,072 km² dengan jumlah penduduk 167.519 jiwa (data tahun 2018). Juga menduduki peringkat ke-8 sebagai kota terbesar di Sulawesi, berdasarkan jumlah populasi tahun 2010. Atau urutan ke-2 untuk Provinsi Sulawesi Tenggara.

Berdasarkan hasil registrasi penduduk di akhir tahun 2006, ada 122.339 jiwa. Di mana jumlah tersebut, terdiri dari penduduk laki-laki sebanyak 57.027 jiwa (46,61%) dan perempuan 65.312 jiwa (53,39%).

Untuk ulang tahun kota Baubau ditetapkan tanggal 17 Oktober 1541, berdasarkan Perda No. 02 Tahun 2010.

Sengaja dipilih tahun 1541, karena tahun tersebut merupakan tahun bersejarah di bumi seribu benteng ini. Karena saat itu terjadi transformasi pemerintahan Kerajaan Buton menjadi Kesultanan Buton sebagai pembaruan. Ditandai dengan dilantiknya Lakilaponto sebagai Sultan Buton I dengan Gelar Sultan Murhum Kaimuddin Khalifatul Khamis.

Sumber Referensi:

  • https://web.baubaukota.go.id/pages_detail/sejarah-kota-baubau diakses 28-11-2025
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Baubau diakses 28-11-2025

Rey

Blogger Surabaya, Mom of two boys

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don`t copy text!