BeritaButon

Kebakaran Rumah Di Desa Lawele Karena Korsleting, Ini Kronologinya!

Kebakaran rumah di desa Lawele, Kecamatan Lasalimu, Kabupaten Buton terjadi Senin, 22 September 2025 lalu. Penyebab insiden ini dipastikan karena korsleting listrik dari lampu yang berada di kandang ayam di belakang rumah korban.

kebakaran di desa lawele

Pemilik rumah tersebut, Ibu Suriati R yang merupakan pensiunan Kepala Puskemas Lawele, tinggal di rumah bersama cucunya yang masih duduk di kelas 9 SMP, Muhammad Darrell Khairullah.

Baca Juga : Rumah Mama Kebakaran

Kejadiannya bermula di malam naas tersebut, selepas magrib tiba-tiba listrik padam dan menyala berulang kali. Rupanya hal tersebut memicu korsleting di sambungan listrik pada lampu yang berada di kandang ayam belakang rumahnya.

Kebetulan, lokasi kandang ayam tersebut berada di bawah kolong rumah panggung yang sudah tak ditinggali sejak lama. Rumah panggung tersebut juga dibuat dari kayu yang mana sebagian sudah lapuk dimakan usia.

Akibatnya, ketika korsleting terjadi dan memercikan api, dengan cepat menyambar ke kayu-kayu yang sebagian sudah lapuk, dan dengan cepat pula membakar rumah panggung tersebut.

Karena rumah panggung nyambung dengan rumah induk, dan semuanya berbahan kayu kering, maka api dengan cepat menyebar dan membakar semua yang ada.

Darrell, nama panggilan cucu pemilik rumah bercerita, kalau saat itu dia sudah bersiap untuk tidur di kamarnya. Namun tak lama dia mendengar suara ledakan seperti suara mercon. Penasaran, diapun membangunkan neneknya yang juga baru hampir tertidur lelap.

Ketika di cek, ternyata api sudah membakar bangunan penghubung antara rumah panggung dengan rumah induk. Sang nenek masih sempat berusaha mengambil air untuk memadamkan api, yang ada lengan kanannya malah disambar oleh kobaran api dan melepuh.

Beruntung tetangga dan orang-orang di desa tersebut sudah berkumpul. Bahu membahu dengan apa yang seadanya berusaha memadamkan api. Beberapa orang juga sudah mengamankan Ibu Suriati dan cucunya di tempat yang aman.

Kemudian sebagian juga menyelamatkan motor yang ada terparkir di samping rumah, ada pula yang nekat menerobos api untuk mengambil tabung gas elpiji di dapur untuk dibuang di tempat yang aman sejauh-jauhnya dari kobaran api.

Sayangnya, karena kobaran api yang tinggi, serta tak ada alat memadai untuk memadamkannya, maka dalam sekejap api meluluh lantakan rumah yang sebagian besar berbahan kayu tersebut.

Apalagi sumber air sulit didapatkan, sehingga membuat orang-orang yang berdatangan memutuskan untuk merusak pipa saluran air di depan lokasi kejadian tersebut. Dengan air tersebut kobaran api akhirnya bisa dijinakan.

Sebelumnya, masyarakat heboh.

Terutama tetangga-tetangga yang berada di dekat kejadian tersebut. Semua berteriak panik dan menyelamatkan barang masing-masing, khususnya surat-surat pentingnya. Apalagi di samping rumah yang terbakar itu merupakan pangkalan minyak tanah. Syukurlah saat itu stock minyak tanah belum diantar.

Selain itu, sebagian masyarakat sudah fokus memutus aliran api ke rumah tetangga, dengan cara menyiram lebih banyak air ke rumah tetangga. Usaha mereka akhirnya berhasil, berkat gotong royong bersama.

Bersyukur tak ada korban jiwa dalam insiden kebakaran hebat tersebut. Kerugian hanya berupa harta benda, terutama surat-surat penting milik Ibu Suriati, cucunya dan juga milik anaknya (ibu dari cucunya).

Kerugian ditaksir mencapai ratusan juta, karena semua barang tak ada yang bisa diselamatkan selain motor dan ponsel milik cucu korban.

Rey

Blogger Surabaya, Mom of two boys

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don`t copy text!