Lifestyle

Infrastruktur Kota Baubau 2026, Begini Perkembangannya!

Infrastruktur kota Baubau 2026 menjadi sesuatu yang menarik untuk diamati. Karena ketika melihat sebuah kota dari sisi infrastrukturnya, rasanya sedikit banyak mencerminkan pencapaian pemimpinnya.

infrastruktur kota baubau 2026
infrastruktur kota baubau 2026

Seringnya perubahannya memang tidak langsung besar, ada yang hanya terlihat dari jalan yang mulai diperbaiki, kawasan yang ditata. Atau ketika saluran drainase yang dikerjakan, hingga kendaraan proyek yang lebih sering terlihat di suatu ruas jalan.

Karena saat ini saya memang tinggal di Baubau, dan kebetulan juga dalam keseharian bersinggungan dengan pekerjaan di dunia konstruksi. Tentunya saya jadi cukup tertarik mengamati perkembangan kota ini dari sisi yang berbeda.

Namun yang perlu dipahami, tulisan ini bukan sebagai orang yang sedang melakukan survei proyek, apalagi sebagai bagian dari pemerintah. Saya hanya ingin melihat : sebenarnya apa saja yang sedang dibangun, ditata, atau direncanakan di Kota Baubau sepanjang 2026?.

Dari penelusuran berbagai informasi pemerintah dan sumber terkait hingga bulan Agustus 2026, terpantau cukup banyak hal yang menarik untuk dicatat.

Lebih menarik lagi, ternyata pembangunan infrastruktur kota Baubau di tahun ini, tidak hanya soal jalan.

Ada penataan kawasan pasar dan semacamnya, jaringan infrastruktur perkotaan, hingga proyek konektivitas yang skalanya jauh lebih besar karena melibatkan wilayah Buton dan Muna.

Baca juga : 7 Wisata Di Baubau yang Wajib Dikunjungi Ketika Liburan

Infrastruktur Kota Baubau 2026: Tidak Hanya Membangun Jalan

Ketika mendengar kata infrastruktur, mungkin yang langsung terbayang pastinya jalan dan jembatan.

Padahal, sebuah kota membutuhkan lebih dari itu.

Infrastruktur perkotaan juga mencakup banyak hal. Mulai dari drainase, jaringan perpipaan, kawasan perdagangan, fasilitas transportasi, ruang publik, hingga konektivitas dengan wilayah lain.

Hal tersebut terlihat dari daftar Proyek Strategis Daerah Kota Baubau tahun 2026 yang bisa kita lihat informasinya di berbagai media online.

Pada awal tahun 2026, Pemerintah Kota Baubau telah menyiapkan beberapa proyek strategis yang masuk dalam APBD 2026. Proyek tersebut tersebar pada sektor pekerjaan umum dan kesehatan.

Pada sektor yang berkaitan langsung dengan infrastruktur kota, terdapat di antaranya adalah proyek Revitalisasi Kawasan Pasar Wameo, Proyek Penataan Kawasan Lakologou, Proyek Revitalisasi Kawasan Kotamara, Proyek Penataan Kawasan Lembah Hijau.

pengaspalan lembah hijau
Pengaspalan di kawasan lapangan Lembah Hijau

Ada pula proyek Rekonstruksi Jalan dr. Wahidin, proyek Rekonstruksi Jalan Kompleks Lowu-Lowu, proyek Rekonstruksi Jalan Kompleks Sulaa Tahap II. Hingga proyek Pengadaan dan Pemasangan Jaringan Perpipaan jalur khusus.

Semua itu mencerminkan, bahwa pembangunan kota Baubau bukan hanya dari proyek jalan,namun ada cukup banyak bagian yang sebenarnya terlewatkan.

Baubau 2026, Jalan Kota Masih Menjadi Perhatian

Jalan merupakan bagian infrastruktur yang paling mudah dirasakan masyarakat.

Tidak perlu membaca dokumen proyek untuk mengetahui apakah sebuah jalan nyaman dilewati atau tidak. Setiap hari warga merasakannya secara langsung.

Dalam daftar proyek strategis 2026, Pemkot Baubau akhirnya memasukkan Rekonstruksi Jalan dr. Wahidin, jalan kompleks Lowu-Lowu, hingga jalan kompleks Sulaa tahap II.

Penataan kawasan Lakologou
Penataan kawasan Lakologou

Pemerintah juga menyampaikan rencana penanganan jalan di kawasan penurunan Rau dan Pos Tiga.

Di sisi lain, persoalan jalan di Baubau tentu tidak otomatis selesai hanya karena beberapa ruas masuk dalam daftar pekerjaan.

Masih ada ruas jalan lain yang dikeluhkan masyarakat. Pada pemberitaan mengenai proyek strategis tersebut, misalnya, warga juga menyampaikan keluhan mengenai kondisi Jalan Erlangga di Bone-Bone Atas dan beberapa bagian Jalan Betoambari.

Menurut saya, ini menarik.

Selain saya pun merasakan hal yang sama, selalu kesal dengan kondisi beberapa jalan di kota Baubau, misal jalan Erlangga yang penuh lubang.

Pun dari sini kita bisa melihat bahwa pembangunan jalan bukan hanya tentang berapa banyak ruas yang diperbaiki dalam satu tahun. Tapi tidak kalah penting adalah bagaimana pemerintah menentukan prioritas, menjaga kualitas pekerjaan, dan melakukan pemeliharaan setelah jalan selesai dibangun.

Sebagus apa pun sebuah jalan ketika baru selesai dikerjakan, tanpa pemeliharaan yang baik, kondisinya bisa kembali menurun atau rusak lagi.

Drainase, Infrastruktur yang Sering Baru Diingat Saat Banjir

Ada satu jenis infrastruktur yang sering tidak mendapat perhatian sebesar jalan.

Drainase.

Padahal, bagi sebuah kota, drainase sama pentingnya dengan jalan.

Masih ingat keluhan banyak masyarakat kota Baubau ketika musim hujan dengan curah tinggi beberapa waktu lalu?.

Air hujan yang tidak dapat mengalir dengan baik dapat menyebabkan genangan, mempercepat kerusakan perkerasan jalan, mengganggu aktivitas warga, dan dalam kondisi tertentu meningkatkan risiko banjir.

Karena itu, pembangunan jalan seharusnya tidak selalu dilihat sebagai pekerjaan yang berdiri sendiri.

Ketika sebuah ruas jalan diperbaiki, kondisi saluran di sekitarnya juga layak diperhatikan.

Dari sinilah menurut saya, pembangunan infrastruktur kota menjadi menarik untuk diamati dari sudut pandang Teknik Sipil.

Karena,… seharusnya jalan yang baik bukan hanya soal permukaan aspal yang mulus. Ada pekerjaan tanah, drainase, struktur perkerasan, pengendalian air, dan pemeliharaan yang semuanya saling berkaitan.

Dan hal-hal seperti ini tidak selalu terlihat bahkan disadari oleh semua pengguna jalan, kecuali yang paham tentang itu.

Padahal, justru bagian yang tidak terlihat itulah yang sering menentukan seberapa lama sebuah infrastruktur dapat berfungsi dengan baik.

Revitalisasi Pasar Wameo dan Penataan Kawasan Perdagangan

Kita semua pasti setuju dengan anggapan, bahwa Pasar merupakan bagian dari wajah sebuah kota.

Salah satunya, Pasar Wameo yangg termasuk salah satu proyek strategis Kota Baubau pada tahun 2026. Pemerintah memasukkannya dalam agenda revitalisasi kawasan.

Baca juga : Serunya Berbelanja di Pasar Tradisional Wameo

Tentunya, bukan hanya sekadar membuat bangunan pasar terlihat bagus, tapi juga persoalan akses kendaraan, aktivitas pedagang, pejalan kaki, parkir, sirkulasi barang, kebersihan, drainase, dan konektifitas pasar dengan jalan di sekitarnya.

Proyek Revitalisasi Kawasan Pasar Wameo
Proyek Revitalisasi Kawasan Pasar Wameo

Menurut saya, keberhasilan revitalisasi kawasan pasar seharusnya akan membuat aktivitas perdagangan menjadi lebih tertata.

Warga akan lebih nyaman baik ketika berbelanja maupun melewati kawasan pasar, pedagang pun mendapatkan ruang berjualan yang lebih baik. Dan tentunya tidak mengganggu arus lalu lintas di sekitar kawasan tersebut.

Bandara Betoambari, Pintu Udara Kota Baubau

Bagi kota Baubau, bandara Betoambari merupakan pintu udara untuk masuknya orang, barang, investasi, hingga aktivitas ekonomi.

Dari data resmi Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menunjukkan, saat ini runway Bandara Betoambari memiliki ukuran 2.010 × 30 meter. Sementara pengembangan yang diharapkan mengarah pada runway sepanjang 2.500 meter dengan lebar 45 meter.

Nantinya diharapkan bisa melayani pesawat yang lebih besar, serta membuka peluang konektivitas yang lebih luas.

Di bulan Agustus 2026, pembahasan mengenai pengembangan bandara kembali mencuat, termasuk usulan penambahan panjang landasan sekitar 400 meter agar dapat mendukung pesawat dengan kapasitas lebih besar.

Pengembangan bandara Betoambari akan mempengaruhi konektifitas daerah ini dengan daerah lainnya. Di mana jika akses udara semakin baik, dampaknya bisa dirasakan oleh semua orang, juga mendukung pertumbuhan ekonomi.

Seperti, distribusi barang, perjalanan bisnis, pariwisata, dan peluang investasi juga berpotensi ikut berkembang.

Pelabuhan Murhum dan Kota Baubau sebagai Gerbang

Bukan hanya akses lewat udara, bahkan jauh sebelumnya kota Baubau telah memiliki keunggulan lain dalam transportasi laut.

Melalui pelabuhan Murhum, mobilitas masyarakat di kawasan Kepulauan Buton bermula.

Dalam konteks pembangunan jangka panjang, pengembangan Pelabuhan Murhum juga pernah ditempatkan sebagai salah satu proyek infrastruktur strategis dengan skema KPBU.

Tentunya ini sangat masuk akal, karena melihat posisi Baubau sebagai salah satu simpul transportasi dan perdagangan di kawasan.

Seperti yang kita ketahui, Baubau dengan daerah di sekitarnya merupakan daerah kepulauan, yang tentunya pelabuhan akan menjadi bagian dari rantai distribusi.

Barang masuk melalui laut, masyarakat bepergian melalui laut, dan aktivitas ekonomi antarwilayah juga sangat bergantung pada konektivitas tersebut.

Karenanya, perkembangan pelabuhan Murhum Baubau juga layak diamati bersamaan dengan perkembangan jalan dan bandara.

Agar semua infrastruktur saling mendukung.

Misal, barang yang datang melalui laut, membutuhkan jalan untuk didistribusikan ke berbagai daerah. Demikian juga penumpang yang datang melalui bandara membutuhkan akses transportasi menuju pusat kota dan kawasan lainnya.

Dan begitulah infrastruktur kota akan bekerja sebagai sebuah sistem.

Bagaimana Kabar Jembatan Muna–Buton?

Salah satu proyek yang paling menarik untuk dibicarakan, karena skalanya jauh lebih besar dibandingkan proyek infrastruktur kota biasa adalah Jembatan Muna-Buton.

Di tahun 2025 lalu, Kementerian Pekerjaan Umum menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Muna–Buton direncanakan akan dimulai pada tahun 2026.

Jembatan tersebut dirancang akan menghubungkan Desa Baruta di Buton Tengah dengan Desa Palabusa di Kota Baubau. Dengan total panjang sekitar 2.969 meter, termasuk bagian jalan dan jembatan pendekat.

Namun, dari data terbaru yang ada pada sistem SIMPUL KPBU Kementerian PU, yang di-update Agustus 2026 menunjukkan, bahwa proyek Jembatan Muna–Buton masih berada dalam tahapan proyek KPBU dan statusnya tercatat ditangguhkan.

Adapun nilai investasi jembatan tersebut tercatat sekitar Rp11,73 triliun, dengan nilai konstruksi sekitar Rp5,60 triliun.

Yang perlu masyarakat ketahui, adalah banyak hal yang harus dipertimbangkan serta persiapkan untuk membangun sebuah proyek yang sangat besar. Karenanya, tentunya butuh waktu panjang hingga realisasinya.

Akan tetapi, wacana pembangunan jembatan ini sangat menarik untuk terus diikuti. Selain sangat berpengaruh dengan kota Baubau, pun juga ini akan menjadi sebuah karya yang membanggakan dalam dunia Teknik Sipil, meski jembatan serupa sudah ada di Indonesia.

Mengamati Perkembangan Infrastruktur Kota Baubau 2026

Ada beberapa hal penting yang saya simpulkan secara opini pribadi (sekali lagi, ini opini pribadi ya!).

Pertama, pemerintah kota masih memberikan perhatian pada konektivitas internal, terutama melalui rekonstruksi beberapa ruas jalan.

Kedua, penataan kawasan perkotaan mulai mendapat tempat, terlihat dari agenda revitalisasi Pasar Wameo dan penataan beberapa kawasan seperti lapangan Lembah Hijau.

Ketiga, konektivitas eksternal Baubau juga menjadi perhatian, terutama melalui pengembangan Bandara Betoambari dan pembahasan infrastruktur transportasi laut.

Keempat, ada proyek-proyek berskala kawasan yang potensinya jauh lebih besar, seperti Jembatan Muna–Buton.

Dengan menulis perkembangan infrastruktur Baubau, khususnya hingga bulan Agustus 2026 ini, saya seperti merekam momen atau foto sebuah kota yang makin beranjak bangkit.

Dengan beberapa proyek masuk dalam agenda pembangunan, bahkan sebagian sedang dikerjakan atau dipersiapkan.

Meskipun masih ada proyek besar lainnya masih harus melewati proses panjang sebelum benar-benar menjadi kenyataan.

Karena itu, saya tak sabar melihat kota ini berkembang lebih baik lagi, agar semua masyarakatnya bisa merasakan betapa beruntungnya menjadi warga dari kota Baubau tercinta ini.

Baubau, 30-08-2026

Rey

Lifestyle Blogger Indonesia, Mom of two boys, Civil Engineer at kota Baubau

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Don`t copy text!